BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Korea Selatan melangkah ke Piala Dunia 2026 dengan modal luar biasa. Dalam babak kualifikasi zona Asia, Taeguk Warriors tidak sekalipun menelan kekalahan — pencapaian yang terakhir mereka raih pada 2010. Sebelas kemenangan dari 16 pertandingan, dengan 40 gol tercetak, menjadi bukti bahwa tim besutan pelatih mereka bukan sekadar peserta pelengkap turnamen bergengsi ini.

Persiapan pun tak main-main. Korea Selatan tiba di Meksiko lebih awal dari jadwal, menjalani program latihan intensif di dataran tinggi sepanjang Mei. Adaptasi terhadap kondisi iklim dan ketinggian sudah tuntas sebelum peluit pertama berbunyi. Secara fisik, mereka siap menjalankan gaya permainan khas mereka: pressing tinggi yang tanpa henti, tempo cepat, dan transisi kilat.

Di atas lapangan, Korea diperkirakan menggunakan formasi 3-4-2-1 yang dinamis. Dua wing-back, Seol Young-woo dan Lee Tae-seok, akan menjadi mesin serangan dari sisi lapangan — melebarkan pertahanan lawan dan terus mendorong bola ke depan. Sementara itu, Hwang In-beom bertugas menjadi jangkar di lini tengah, mengatur ritme dan membangun serangan dari dalam.

Semua mata tentu akan tertuju pada satu nama: Son Heung-min. Kapten sekaligus ikon sepak bola Korea Selatan ini boleh jadi sedang menjalani kampanye Piala Dunia terakhirnya. Entah beroperasi sebagai false nine di tengah atau bergerak dari sisi kiri, Son tetap menjadi pemimpin dan ancaman terbesar Korea. Ketajamannya tak perlu diragukan.

Di sisinya, Hwang Hee-chan menghadirkan kecepatan dan keberanian dalam satu paket. Lalu ada Lee Kang-in — gelandang serang yang baru saja merasakan gelar Liga Champions bersama PSG — yang membawa kreativitas dan ketidakterdugaan ke dalam skema serangan Korea. Trio ini akan menjadi mimpi buruk bagi barisan pertahanan manapun, termasuk Republik Ceko.



Follow Widget