BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Berbicara tentang Ceko, kehadiran mereka di Piala Dunia 2026 sendiri sudah merupakan sebuah pencapaian bersejarah. Ini adalah pertama kalinya mereka tampil di turnamen ini setelah dua dekade absen — sebuah fakta yang memantik antusiasme luar biasa di kalangan suporter Ceko.

Di bawah asuhan Miroslav Koubek yang baru mengambil alih kendali, Ceko melewati kualifikasi bukan dengan permainan menyerang yang spektakuler, melainkan dengan ketangguhan dan disiplin bertahan. Mereka finis kedua di grup, hanya kebobolan 12 gol, lalu melewati drama adu penalti melawan Irlandia dan Denmark di babak playoff. Masuk turnamen tanpa kekalahan dalam enam laga terakhir, meski jadwal padat di musim semi bisa menjadi faktor kelelahan yang patut diwaspadai.

Koubek tampaknya tak akan tergoda untuk bermain terbuka melawan Korea di terik Meksiko. Formasi 4-2-3-1 yang kompak dan terorganisasi menjadi pilihan logis: bertahan dalam, memadatkan ruang, dan mengandalkan keunggulan fisik di bola-bola atas serta situasi bola mati. Dua bek tengah, Robert Hranáč dan Ladislav Krejčí, akan menjadi benteng terakhir yang harus ditaklukkan Son dan kawan-kawan.

Namun jangan salah — Ceko juga punya senjata berbahaya di lini depan. Patrik Schick datang dalam kondisi prima usai musim impresif bersama Bayer Leverkusen dengan 22 gol di berbagai kompetisi. Duelnya secara personal melawan bek Bayern Munich, Kim Min-jae, diprediksi menjadi salah satu pertarungan individual paling menentukan dalam laga ini.

Di lini tengah, Tomáš Souček akan menjadi pengawal utama pertahanan Ceko. Tugasnya bukan hanya memotong aliran bola Korea, tetapi juga memutus ritme Hwang In-beom yang kerap menjadi otak serangan Taeguk Warriors.



Follow Widget