Yang menarik, pertemuan terakhir kedua tim ini terjadi justru di Piala Dunia 2010 itu. Dalam satu grup, Meksiko berhasil melaju ke babak gugur sementara Afrika Selatan harus pulang lebih awal meski mengumpulkan empat poin — sebuah ironi yang tak terlupakan bagi Bafana Bafana.
Kini, 16 tahun kemudian, Afrika Selatan kembali dengan wajah yang berbeda. Mereka memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 dengan cara yang meyakinkan: memuncaki grup kualifikasi mereka dengan raihan 18 poin dari 10 pertandingan. Konsistensi di fase kualifikasi itu menunjukkan bahwa tim ini bukan sekadar pelengkap.
Akan tetapi, perjalanan mereka menuju turnamen ini tidak sepenuhnya mulus. Di Piala Afrika, Bafana Bafana harus mengemas koper lebih cepat dari yang diharapkan — tumbang 2-1 di tangan Kamerun pada babak 16 besar. Kekalahan itu menjadi pelajaran berharga sekaligus catatan yang perlu diwaspadai.
Dalam lima pertandingan terakhir, Afrika Selatan belum sekalipun meraih kemenangan: tiga imbang dan dua kekalahan. Statistik itu kontras tajam dengan rekor Meksiko yang tengah panas. Namun dalam sepak bola, angka di atas kertas tidak selalu menentukan apa yang terjadi di atas lapangan.
Pertandingan ini pun menyimpan daya tarik tersendiri: laga pembuka Piala Dunia kerap menjadi panggung kejutan. Afrika Selatan, yang bermain tanpa beban besar seperti Meksiko, bisa tampil lepas dan agresif. Satu gol saja bisa mengubah segalanya.


Tinggalkan Balasan