BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Di sisi Meksiko, nama-nama seperti Guillermo Ochoa di bawah mistar, serta Raúl Jiménez di lini depan, menjadi tumpuan harapan jutaan pendukung El Tri. Ochoa, kiper veteran yang sudah kenyang pengalaman di Piala Dunia, dikenal sebagai tembok kokoh di bawah mistar. Jiménez, dengan insting mencetak golnya yang tajam, diharapkan menjadi mesin gol yang mematikan.

Untuk Afrika Selatan, Ronwen Williams menjadi andalan di bawah mistar. Pemain seperti Lyle Foster di lini depan dan Bongani Zungu di tengah menjadi tulang punggung permainan Bafana Bafana. Mereka tahu betul bahwa satu penampilan gemilang di Piala Dunia bisa mengubah karier sekaligus mengharumkan nama bangsa.

Sejarah pertemuan kedua tim tercatat satu kali: imbang 1-1. Tidak ada yang bisa mengklaim keunggulan psikologis mutlak dari pertemuan tunggal itu. Artinya, laga ini benar-benar dimulai dari titik nol — siapa yang lebih siap secara mental dan taktis, dialah yang akan meraih tiga poin pertama.

Bagi Meksiko, kemenangan di pertandingan ini bukan hanya soal poin. Ini adalah soal harga diri sebagai tuan rumah, soal membuktikan bahwa era baru El Tri benar-benar telah tiba. Kekalahan atau hasil imbang di laga pembuka bisa menjadi mimpi buruk yang sulit dipulihkan, baik secara statistik maupun dari segi kepercayaan diri.

Bagi Afrika Selatan, setiap poin adalah bonus. Target utama mereka adalah lolos dari fase grup — sesuatu yang gagal mereka capai pada 2010 meski bermain di depan pendukung sendiri. Dengan skuad yang lebih matang dan pengalaman kualifikasi yang solid, Bafana Bafana ingin menulis sejarah baru.



Follow Widget