BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Pernyataan itu terasa tepat. Ronaldo bukan tipe atlet yang berpuas diri. Setiap pencapaian baginya bukan titik akhir, melainkan batu loncatan menuju target berikutnya. Filosofi itulah yang tampaknya terus menggerakkannya, bahkan ketika mayoritas pesepak bola seusianya sudah lama bergelantung di sepatu mereka.

Sementara wacana tentang 2030 terus bergulir, Portugal sendiri tengah mempersiapkan diri menghadapi momen yang lebih dekat dan nyata: Piala Dunia 2026. Tim yang kini menempati peringkat ke-5 FIFA ini memiliki skuad mumpuni dan peluang yang sangat terbuka untuk melangkah jauh di turnamen Amerika Utara tersebut.

Perjalanan Portugal menuju panggung dunia dimulai lebih awal dari jadwal utama. Sebelum bertarung di fase grup, mereka akan menjalani dua laga uji coba: melawan Chile pada 6 Juni dan Nigeria pada 10 Juni. Dua pertandingan itu bukan sekadar pemanasan—Martinez pasti akan memakainya sebagai ajang pemantapan taktik dan rotasi skuad.

Puncaknya, Portugal akan membuka kampanye Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Republik Demokratik Kongo pada 17 Juni di Houston, Texas. Laga perdana selalu krusial. Hasil dari pertandingan pertama kerap menentukan psikologi tim sepanjang turnamen, dan Portugal tentu tidak ingin memulai dengan langkah yang goyah.

Kehadiran Ronaldo dalam skuad 2026 sudah hampir pasti, selama kondisi fisiknya berbicara. Di usianya yang ke-41, ia masih menjadi simbol dan pemimpin locker room bagi generasi baru Portugal. Nama-nama muda seperti Pedro Neto, Francisco Conceição, hingga Vitinha berkembang dalam atmosfer yang dibentuk oleh standar Ronaldo—standar yang tidak pernah turun.



Follow Widget

Published by Punggawa Sport

Editor

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version