MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Meksiko resmi menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA untuk ketiga kalinya dalam sejarah—sebuah rekor yang belum pernah dicapai negara manapun. Bedanya, kali ini mereka tidak sendirian. Bersama Kanada dan Amerika Serikat, El Tri siap menyambut pesta sepak bola terbesar sejagat pada 2026, dan secara mengejutkan, mereka justru harus berjuang keras melewati fase grup untuk membuktikan diri di hadapan publik sendiri.
Dewan FIFA secara resmi mengumumkan keikutsertaan otomatis ketiga negara tuan rumah pada 14 Februari 2023. Meksiko pun mendapat kehormatan membuka turnamen dengan memimpin Grup A, ditemani Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Ceko—empat tim dengan karakter dan sejarah yang sangat berbeda, menjanjikan persaingan yang tak mudah diprediksi.
Pertandingan perdana Meksiko langsung berhadapan dengan Afrika Selatan, wakil Konfederasi Afrika (CAF). Laga pembuka ini bukan sekadar seremonial—ia menentukan siapa yang akan mengambil momentum awal dalam kelompok yang sangat kompetitif. Hasilnya, El Tri berhasil meraih kemenangan tipis 1-0, cukup untuk menduduki puncak klasemen sementara Grup A.
Tim asuhan Javier Aguirre membawa beban historis yang berat. Selama tujuh edisi berturut-turut, Meksiko selalu terhenti di babak 16 besar—rekor yang kemudian buyar di Qatar 2022 saat mereka bahkan gagal keluar dari fase grup. Kini, di hadapan ribuan pendukung di Estadio Azteca dan kota-kota lain di Meksiko, misi utama El Tri adalah memulihkan harga diri sekaligus melaju jauh melampaui ekspektasi.
Afrika Selatan hadir sebagai kejutan manis di Grup A. Ini adalah penampilan keempat mereka di Piala Dunia, dan pertama sejak 2010—ketika mereka menjadi tuan rumah. Bafana Bafana, julukan tim nasional mereka, lolos setelah memuncaki Grup C kualifikasi CAF, meninggalkan Nigeria dan Benin di belakang. Pelatih Hugo Broos berhasil membangun tim yang solid dan berkarakter, bukan sekadar penggembira di panggung dunia.


Tinggalkan Balasan