“Spanyol sejak fase grup hingga semifinal terus memperlihatkan penampilan yang begitu menawan. Mereka sangat sabar memainkan strategi dengan satu-dua sentuhan, tetapi begitu berada di area pertahanan lawan, mereka sangat cepat menciptakan peluang,” ungkap Kesit.
Di balik sistem yang rapi itu, ada wajah-wajah muda yang kian menakutkan. Lamine Yamal, Pedri, dan Dani Olmo menjadi trio yang disebut Kesit sebagai kombinasi paling menjanjikan di turnamen ini. Yamal dengan kecepatan dan ketajaman di sisi kiri, Pedri dengan kendali ritme permainan di lini tengah, serta Olmo yang mampu menjadi penghubung sekaligus pencetak gol dari posisi yang tak terduga.
Ketiganya bukan bintang yang sudah mapan dalam arti konvensional—belum sekelas Messi dalam hal reputasi global. Tapi di lapangan, mereka tampil tanpa beban dan justru itulah yang membuatnya berbahaya.
“Mereka mungkin tidak banyak memiliki bintang yang sudah mapan, tetapi punya calon-calon bintang yang kualitasnya sangat menjanjikan,” ujar Andi.
Yang tak kalah mengkhawatirkan bagi Argentina adalah rekor defensif Spanyol. Sepanjang turnamen, La Roja hanya kebobolan satu gol—catatan yang bukan hanya mencerminkan solidnya barisan belakang, tetapi juga keberhasilan mereka menjaga intensitas pressing dan transisi bertahan secara konsisten dari laga ke laga.


Tinggalkan Balasan