BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Di balik tiga gol, Baker juga menampilkan permainan yang matang untuk seorang debutant. Ia melepaskan enam tembakan dengan empat tepat sasaran, mencatat akurasi umpan mencapai 90 persen, dan memenangi empat dari lima duel udara maupun darat. Penghargaan Man of the Match pun jatuh ke tangannya—sebuah pengakuan atas malam yang agaknya akan lama dikenang dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Baker sendiri mengaku tidak menyangka debutnya akan berjalan semulus itu. “Ini malam yang luar biasa dan saya sangat bersyukur bisa membantu tim meraih kemenangan,” ujarnya seusai laga. Penyerang bertinggi 196 sentimeter itu tidak lupa membagi kredit kepada rekan-rekannya.

Ia secara khusus menyebut nama Thom Haye dan Eliano Reijnders sebagai kunci dari tiga golnya. “Semua chemistry berjalan sangat bagus. Gol-gol saya tidak akan terjadi tanpa Thom Haye, tanpa Eliano, dan tentu juga seluruh rekan setim,” kata Baker. Pernyataan itu mencerminkan karakter pemain muda yang tidak hanya lapar gol, tetapi juga memahami makna kolektivitas dalam sepak bola tim.

Mitchell Lee Baker lahir di Melbourne, Australia, pada 11 Desember 2006. Darah Indonesia mengalir dari sang ibu, Maureen Lee Baker—dengan kakeknya, Han Koen Lie, berasal dari Yogyakarta, dan neneknya, Li Nio The Lie, lahir di Semarang. Perpaduan warisan budaya itulah yang akhirnya mengantar Baker ke seragam Merah Putih.

Proses naturalisasinya terbilang singkat namun sarat makna. Baker baru resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 13 Juli 2026—kurang dari dua pekan sebelum debut bersejarah itu terjadi. Kecepatan proses tersebut mencerminkan betapa seriusnya federasi dalam mengamankan pemain yang dianggap berpotensi menjadi mesin gol baru Garuda.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026