BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Bagi Baker, momen ini bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia mempersembahkan malam bersejarah itu untuk sang kakek dan nenek yang telah mewariskan darah Indonesia kepadanya. “Tanpa mereka, saya tidak akan berada di sini bersama Timnas Indonesia,” katanya. Sebuah pengakuan yang menyentuh dari seorang pemuda yang baru saja menemukan rumah keduanya di atas lapangan hijau.

Perjalanan karier Baker sendiri terbilang tidak biasa untuk usianya yang baru 19 tahun. Ia mengawali pembinaan di Hong Kong Football Club sebelum berlanjut ke Australia bersama Northcote City dan Melbourne Victory. Langkahnya kemudian mengarah ke Amerika Serikat, membela Black Rock FC dan Georgetown University di kompetisi NCAA—sebuah jalur yang tidak lazim, tetapi terbukti membentuk karakter serta kemampuannya secara menyeluruh.

Penampilan konsisten di NCAA membuat Colorado Rapids meliriknya dalam MLS SuperDraft 2026. Artinya, debut sensasional bersama Timnas Indonesia ini bukan hanya menjadi perayaan bagi suporter Garuda, tetapi juga menjadi panggung sempurna bagi Baker sebelum memulai petualangan profesionalnya di Major League Soccer.

Indonesia kini melangkah dengan kepala tegak di Piala AFF 2026. Dengan kehadiran Baker sebagai ancaman nyata di lini depan, ditopang kreativitas Thom Haye dan Eliano Reijnders di lini tengah, skuad Garuda tampil sebagai kandidat kuat di turnamen bergengsi Asia Tenggara ini. Kamboja hanyalah awal. Pertandingan-pertandingan berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi tim yang kini tampak semakin matang dan percaya diri.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026