BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Kekalahan 2-4 dari Inggris memang meninggalkan catatan kelam bagi Kroasia. Namun skor itu menyimpan cerita yang lebih rumit dari sekadar angka di papan skor.

Martin Baturina dan Petar Musa sempat dua kali menyamakan kedudukan sebelum Kroasia akhirnya kewalahan menghadapi gelombang serangan Inggris yang memang salah satu kandidat juara turnamen ini. Menghadapi Panama, situasinya tentu berbeda jauh.

Kroasia kemungkinan besar akan menguasai bola lebih dominan dan mengontrol tempo permainan sejak menit awal. Karakter permainan seperti ini sudah menjadi identitas mereka selama bertahun-tahun terakhir.

Kekuatan utama Kroasia tersebar di berbagai lini. Luka Modric tetap menjadi otak permainan dengan kreativitasnya, sementara Mateo Kovacic menyumbang mobilitas tinggi di lini tengah.

Di lini depan, ketajaman Petar Musa berpadu dengan fleksibilitas Andrej Kramaric. Visi bermain Martin Baturina melengkapi deretan amunisi yang membuat Kroasia punya banyak cara membongkar pertahanan lawan.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026