Persoalan ini mulai terlihat jelas saat melawan Inggris. Kroasia mampu mengimbangi permainan sepanjang babak pertama, namun kesulitan menjaga intensitas hingga peluit akhir.
Apabila laga melawan Panama berlangsung ketat sampai menit-menit akhir, faktor kebugaran fisik bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Modric dan rekan-rekan. Inilah alasan mengapa kemenangan Kroasia, meski besar kemungkinannya, diprediksi tidak akan didapat dengan mudah.
Berdasarkan performa kedua tim di laga pembuka, gambaran jalannya pertandingan bisa diproyeksikan cukup jelas. Babak pertama kemungkinan akan diwarnai dominasi penguasaan bola oleh Kroasia, sementara Panama bertahan disiplin dan sesekali melepas serangan balik cepat.
Gol pembuka berpotensi tercipta dari situasi bola mati atau kombinasi permainan antara Modric dan Kramaric. Memasuki babak kedua, Panama diperkirakan akan tampil lebih terbuka demi mengejar hasil.
Keterbukaan ini bisa menjadi pedang bermata dua. Ruang kosong yang muncul akibat permainan terbuka Panama berpotensi dimanfaatkan Kroasia untuk menambah keunggulan.


Tinggalkan Balasan