Bahkan, sepanjang babak pertama laga pembuka itu, Uzbekistan tercatat tidak sekali pun menyentuh bola di area kotak penalti lawan, sebuah catatan yang menggambarkan betapa minimnya daya gedor mereka. Cannavaro menuntut kreativitas lebih dalam membangun serangan ke depan.
Soal pertahanan, instruksi Cannavaro juga jelas: tidak ada ruang untuk kelengahan. Ia mengingatkan bahwa tim sekelas Portugal hanya butuh sedetik kesempatan untuk menghukum kesalahan lawan.
“Portugal sangat suka mengontrol bola. Mereka mengatur permainan melalui umpan-umpan pendek dan berbahaya dalam setiap situasi. Oleh karena itu, kami harus sangat disiplin dalam bertahan,” tegasnya.
Laga di Houston Stadium ini akan dipimpin oleh wasit asal Maroko, Jalal Jayed, dengan Portugal diunggulkan memenangkan duel ini dengan peluang 70 berbanding 30. Namun, sepak bola selalu punya cara untuk menyajikan kejutan, dan tekanan besar yang dipikul Ronaldo serta timnya bisa menjadi faktor penentu hasil akhir laga ini.
Bagi Portugal, kemenangan adalah satu-satunya hasil yang dapat menjaga nasib mereka tetap di tangan sendiri menjelang penentuan akhir Grup K. Sebaliknya, bagi Uzbekistan, laga ini adalah kesempatan terakhir untuk membuktikan bahwa kehadiran mereka di pentas Piala Dunia bukan sekadar pelengkap.


Tinggalkan Balasan