Cristiano Ronaldo menjadi sorotan utama di laga ini. CR7 hadir sebagai satu-satunya pemain dalam sejarah yang mencetak gol di lima edisi Piala Dunia berbeda. Dan fakta menarik yang perlu diwaspadai oleh Leopards: tiga dari empat gol Ronaldo di Piala Dunia tercipta ke gawang tim-tim Afrika.
Dari kubu RD Kongo, Cedric Bakambu bisa menjadi kejutan bila mampu meneruskan performa apiknya di fase kualifikasi, di mana ia menyumbang empat gol. Namun perlu dicatat, seluruh gol Bakambu lahir di babak pertama—sebuah pola yang wajib diantisipasi lini belakang Portugal sejak menit awal.
Kapten sekaligus pemain paling berpengalaman RD Kongo, Chancel Mbemba, akan memikul beban besar dalam menggalang pertahanan. Bek yang musim lalu bermain cukup solid bersama Lille itu harus memastikan konsentrasi rekan-rekannya terjaga penuh hingga akhir laga, mengingat empat gol kebobolan Si Macan Tutul dalam rekam jejak terakhirnya hadir setelah menit ke-50.
Desabre kemungkinan besar akan memarkir timnya dalam blok pertahanan dalam—lima bek di lini belakang dengan strategi bertahan rapat dan mengincar serangan balik. Ini adalah pendekatan pragmatis yang masuk akal menghadapi tim sekelas Portugal.
Martinez pun sadar betul dengan skenario itu. Eks pelatih Belgia itu diprediksi menekankan kesabaran dalam membangun serangan, sembari memastikan timnya tidak lengah terhadap kemungkinan serangan balik cepat. Portugal menghasilkan rata-rata lebih dari 2,5 gol di sembilan dari 13 pertandingan terakhir—daya serang tinggi yang akan menjadi senjata utama membongkar tembok pertahanan Kongo.


Tinggalkan Balasan