Yang jelas, pesan dari Istana sudah tersampaikan: berjuanglah dengan berani, berikan yang terbaik, dan jangan pernah menyerah. Karena tidak ada jalan pintas menuju prestasi. Latihan adalah jawabannya—dan para atlet ini sudah melewati jalan panjang itu.
Kini, tongkat estafet berpindah tangan. Dari Istana Negara ke Aichi-Nagoya. Dari tangan Presiden ke tangan para atlet. Dan dari para atlet, ke hati seluruh rakyat Indonesia yang menunggu kabar baik dari Jepang.
Di balik setiap medali yang nanti mungkin diraih, ada keringat yang tak terhitung, pengorbanan yang tak selalu terlihat, dan doa-doa yang dipanjatkan diam-diam. Ada orang tua yang menunggu di kampung halaman. Ada pelatih yang begadang memperbaiki strategi. Ada seseorang yang pernah mempertimbangkan untuk menyerah, tapi memilih untuk terus berlari.
Maka ketika nanti Indonesia Raya berkumandang di Aichi-Nagoya, biarkan dunia tahu: Indonesia bukan sekadar hadir—Indonesia datang untuk berjuang.


Tinggalkan Balasan