BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Media Swedia, Sweden Herald, melaporkan bahwa penyerang 26 tahun ini menjalani program khusus selama tiga hari menjelang laga Grup F ini. Langkah ini memunculkan spekulasi soal kesiapannya tampil penuh sembilan puluh menit.

Staf media Timnas Swedia, Petra Thoren, memberikan penjelasan resmi soal hal ini. “Satu pemain berlatih secara individu, dan itu adalah Alexander Isak. Dia mengikuti program individu sebagai bagian dari pemulihan setelah pertandingan,” kata Thoren. Ia menambahkan bahwa Isak akan membagi waktu antara sesi lapangan dan latihan di gym.

Sinyal soal kondisi fisik ini bukan tanpa alasan. Saat menghadapi Tunisia, Isak memang ditarik keluar pada menit ke-90, langkah yang lazim dilakukan tim pelatih untuk menjaga kebugaran pemain kunci.

Jika benar-benar fit dan diturunkan sejak awal, Isak akan menghadapi ujian berat. Bukan hanya soal ketahanan fisik usai program latihan terpisah, tapi juga soal bagaimana ia mengatasi rekan-rekan setimnya sendiri di Liverpool, termasuk sang kapten Van Dijk yang dikenal tangguh dalam duel udara maupun bola-bola panjang.

Laga ini pun menjelma menjadi pertaruhan ganda bagi Isak. Di satu sisi ia membawa beban sebagai tumpuan gol Swedia untuk lolos ke knockout, di sisi lain ia harus membuktikan diri di hadapan rekan-rekan klub yang tahu betul kualitas sekaligus kelemahannya.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026