Tekanan Selecao das Quinas sudah terasa sejak menit-menit awal. Bruno Fernandes nyaris membuka keran gol pada menit ketiga lewat tembakan jarak jauh, namun bola masih melambung di atas mistar gawang Uzbekistan.
Keunggulan akhirnya datang pada menit keenam. Umpan matang Joao Cancelo dari sisi kanan disambut dingin oleh Ronaldo yang berdiri lepas dari kawalan di kotak penalti. Sepakan mendatarnya ke sudut kanan bawah membuat kiper Abduvakhid Nematov tak berdaya.
Portugal tak berhenti di satu gol. Pada menit ke-17, Nuno Mendes menambah keunggulan lewat eksekusi tendangan bebas yang melengkung indah ke sudut kiri gawang. Bek kiri lincah itu membuktikan dirinya bukan hanya andal bertahan, tapi juga berbahaya saat menyerang.
Uzbekistan, yang tampil di Piala Dunia untuk kali pertama dalam sejarahnya, sempat memberikan perlawanan. Pada menit ke-29, Azizjon Ganiev menyambar bola muntah dan melepaskan tembakan keras ke pojok atas gawang Portugal yang sempat membuat publik Houston bersorak. Sayangnya, wasit menganulir gol tersebut setelah tinjauan VAR menemukan pelanggaran dalam proses build-up serangan.
Gol yang dianulir itu justru menjadi pemantik semangat Portugal untuk menambah keunggulan. Tepat sebelum babak pertama berakhir, pada menit ke-39, Bruno Fernandes kembali jadi kreator. Umpan terobosannya membelah lini belakang Uzbekistan dan disambut Ronaldo dengan tenang untuk mencetak gol keduanya. Skor 3-0 untuk Portugal bertahan hingga turun minum.


Tinggalkan Balasan