MEKSIKO, PUNGGAWASPORT — Presiden Claudia Sheinbaum mengungkapkan bahwa FIFA telah menolak permintaan Iran untuk memindahkan lokasi pertandingan mereka di ajang Piala Dunia FIFA 2026 dari Amerika Serikat ke wilayah Meksiko.
Permohonan tersebut sebelumnya diajukan oleh Federasi Sepak Bola Iran dengan pertimbangan situasi keamanan. Iran menilai adanya potensi risiko yang berkaitan dengan dinamika konflik geopolitik antara negaranya, Amerika Serikat, dan Israel. Kekhawatiran itu mendorong mereka untuk meminta opsi lokasi alternatif demi menjamin keselamatan tim dan ofisial.
Namun, dalam keterangannya di Mexico City, Sheinbaum menjelaskan bahwa FIFA telah melakukan evaluasi menyeluruh sebelum mengambil keputusan. Organisasi sepak bola dunia itu menilai bahwa perubahan lokasi pertandingan dalam waktu yang relatif singkat akan menimbulkan kendala besar, terutama dari sisi logistik dan penyelenggaraan turnamen berskala global.
“FIFA memutuskan pertandingan tidak dapat dipindahkan dari lokasi yang telah ditetapkan. Relokasi akan terlalu kompleks secara logistik, dan keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan FIFA,” ujar Sheinbaum, dikutip dari laporan media internasional, Selasa (14/4/2026).
Sebagaimana diketahui, Piala Dunia 2026 akan digelar mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dengan tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini juga mencatat sejarah sebagai edisi pertama yang diikuti 48 tim, yang akan terbagi ke dalam 12 grup.
Iran sendiri telah memastikan tempat di putaran final sejak Maret 2025 setelah tampil sebagai juara grup dalam kualifikasi zona Asia. Di fase grup, Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, dengan seluruh pertandingan grup tersebut dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat.
Berdasarkan jadwal resmi, Iran akan mengawali kiprah mereka menghadapi Selandia Baru pada 16 Juni 2026 di SoFi Stadium. Selanjutnya, mereka akan kembali bermain di stadion yang sama untuk menghadapi Belgia pada 21 Juni 2026. Sementara laga penutup fase grup akan mempertemukan Iran dengan Mesir di Lumen Field pada 27 Juni 2026.
Sebelumnya, pemerintah Meksiko sempat membuka peluang untuk menjadi tuan rumah alternatif bagi pertandingan Iran. Wacana tersebut mencuat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan kekhawatiran terkait aspek keamanan jika Iran tetap bermain di wilayah AS.
Meski demikian, Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan tidak ada perubahan dalam rencana penyelenggaraan. Setelah melakukan pertemuan dengan pemain, pelatih, dan ofisial Iran di Turki pada akhir Maret 2026, Infantino menegaskan bahwa seluruh persiapan berjalan normal dan Iran tetap akan berpartisipasi sesuai hasil undian.
“Iran akan tampil di Piala Dunia 2026 dan semuanya berjalan baik. Kami sudah berkomunikasi langsung dengan tim, dan pertandingan akan tetap digelar sesuai jadwal di lokasi yang telah ditentukan,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan