Pantai Gading membawa Ange-Yoan Bonny, striker muda berbakat yang menjadi harapan besar Les Éléphants. Ecuador tampil dengan pertahanan solid yang dibangun di atas bahu dua bek tangguh, Pacho dan Hincapie, yang keduanya sudah kenyang pengalaman di klub-klub Eropa papan atas.
Belanda membuka Grup F dengan kekuatan penuh. Memphis Depay dan Virgil van Dijk tetap menjadi pilar utama Oranje dalam mengejar trofi yang sudah lama absen dari lemari piala mereka. Jepang, yang kian disegani di level dunia, memasukkan Takehiro Tomiyasu sebagai bagian dari skuad yang makin matang secara kolektif.
Swedia harus menelan pil pahit dengan absennya Dejan Kulusevski akibat cedera — kehilangan besar di lini tengah mereka. Tunisia juga tampil tanpa kapten Ferjani Sassi, perubahan kepemimpinan yang menjadi ujian kedewasaan skuad Afrika Utara itu.
Grup G menghadirkan drama tersendiri. Belgia membawa Romelu Lukaku meski sang striker minim menit bermain di level klub — pertaruhan besar bagi pelatih dalam memutuskan apakah pengalaman lebih berharga dari performa terkini. Mesir tetap bertumpu pada Mohamed Salah, yang motivasi pribadinya untuk bersinar di Piala Dunia sudah lama diketahui publik.
Iran menyertakan Mehdi Taremi, penyerang yang membuktikan kelasnya di Inter Milan musim ini. Selandia Baru melengkapi grup dengan memasukkan Tommy Smith, bek kawakan yang pengalamannya diharapkan menjadi perekat lini pertahanan mereka.
