BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Delapan tahun absen dari pentas dunia, Swedia akhirnya memastikan tiket ke Piala Dunia FIFA 2026 lewat drama play-off yang menegangkan. Di bawah arahan pelatih asal Inggris, Graham Potter, tim Skandinavia ini siap menorehkan sejarah baru di turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Perjalanan Swedia menuju Amerika tidak berlangsung mulus. Pada babak kualifikasi Eropa, mereka justru finis di posisi juru kunci Grup B tanpa satu pun kemenangan. Namun, berkat peringkat di Liga Bangsa-Bangsa UEFA, pintu play-off masih terbuka bagi mereka.

Kesempatan itu tidak disia-siakan. Di semifinal play-off, Viktor Gyokeres tampil luar biasa dengan mencetak hat-trick saat Swedia menggulung Ukraina 3-1. Lalu di partai final yang penuh ketegangan, penyerang Arsenal itu kembali menjadi penentu dengan gol pada menit ke-88 untuk mengalahkan Polandia 3-2. Drama itu pun mengantarkan Swedia kembali ke panggung Piala Dunia untuk ke-13 kalinya dalam sejarah mereka.

Nama Graham Potter menjadi sorotan dalam kebangkitan ini. Pelatih berusia 50 tahun itu bukan orang asing bagi sepak bola Swedia. Ia memulai karier kepelatihannya di Östersund, membawa klub itu naik dari divisi keempat hingga kasta tertinggi Allsvenskan, meraih Piala Swedia pada 2017, dan lolos ke babak grup Liga Europa UEFA.

Potter kemudian melanjutkan perjalanannya di Inggris bersama Swansea City, Brighton, Chelsea, hingga West Ham. Ketika ia dipanggil menggantikan Jon Dahl Tomasson pada Oktober 2025, banyak yang menganggapnya sebagai pilihan tepat. Pria yang fasih berbahasa Swedia ini diberikan kontrak jangka panjang hingga 2030, dan hasilnya langsung terasa: Swedia lolos ke Piala Dunia.



Follow Widget

Published by Punggawa Sport

Editor

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version