BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Di Qatar 2022, Swiss melangkah ke babak 16 besar — pencapaian yang sudah terasa familier bagi mereka. Namun babak gugur kali itu berakhir pahit. Portugal menggilas mereka 6-1, dengan Goncalo Ramos yang tampil sebagai pemain pengganti justru mencetak hat-trick yang mempermalukan. Sebelum kekalahan itu, Swiss sempat melewati fase grup dengan apik: mengalahkan Kamerun 1-0 lewat gol Embolo dan menundukkan Serbia 3-2 dalam laga yang penuh ketegangan.

Namun jika Qatar menjadi luka, maka EURO 2024 menjadi obat penawarnya. Swiss menyingkirkan Italia — juara bertahan — di fase gugur turnamen itu. Perjalanan mereka terhenti di perempat final lewat adu penalti melawan Inggris, tetapi pencapaian itu cukup untuk menegaskan bahwa Swiss bukan lagi sekadar peserta. Mereka adalah penantang serius.

Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan ke-13 Swiss dalam sejarah. Catatan historis mereka dimulai sejak Italia 1934, ketika tim asuhan Heinrich Muller mengalahkan Belanda 3-2 di babak pertama sebelum tumbang 3-2 dari Cekoslowakia di perempat final. Pencapaian terbaik Swiss di Piala Dunia adalah perempat final — diraih tiga kali: pada 1934, 1938, dan 1954.

Edisi 1954 menjadi yang paling dramatis — dan mungkin paling tak terlupakan. Swiss menjadi tuan rumah, dan di Lausanne, dalam terik matahari yang membakar hingga lebih dari 40 derajat Celsius, mereka berhadapan dengan Austria di perempat final. Swiss sempat memimpin 3-0, bahkan mencetak tiga gol hanya dalam delapan menit ketika kiper Austria, Kurt Schmied, mengalami sengatan matahari dan berjalan sempoyongan di antara tiang gawang layaknya orang dalam keadaan trance. Aturan waktu itu melarang pergantian pemain, sehingga Schmied harus bertahan.

Namun keajaiban terjadi. Seorang tukang pijat Austria berdiri di belakang gawang, terus mendinginkan kepala Schmied dengan spons dan air. Kondisi kiper itu perlahan membaik. Austria bangkit, membalikkan kedudukan dari 0-3 menjadi 5-3 dalam tempo 15 menit. Swiss mengejar menjadi 5-5, Austria membalas menjadi 7-5. Pertandingan berakhir dengan skor yang hingga kini masih menjadi yang tertinggi dalam sejarah Piala Dunia — 12 gol dalam satu laga, sembilan di antaranya lahir di babak pertama.



Follow Widget

Published by Punggawa Sport

Editor

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version