“Saya harus melihat diri saya sendiri dengan baik. Saya perlu meninjau kembali dan menganalisis apakah saya sudah melakukan semuanya dengan benar,” kata Yakin seperti dikutip Reuters.
Kalimat itu bukan sekadar retorika. Ini adalah pengakuan pelatih senior bahwa ada yang salah dalam pengambilan keputusan di lapangan—dan itu harus segera diperbaiki sebelum menghadapi lawan yang tidak mudah.
Di sisi lain, Bosnia-Herzegovina justru keluar dari laga pertama dengan kepala tegak meskipun pulang tanpa kemenangan. Menghadapi Kanada di Toronto Stadium—kandang tim tuan rumah—mereka sempat memimpin lewat sundulan Jovo Lukic di babak pertama. Keunggulan itu baru sirna 12 menit jelang peluit akhir ketika Cyle Larin menyamakan kedudukan bagi Kanada.
Bagi tim asuhan Sergej Barbarez, satu poin dari laga itu tetap layak disebut hasil positif. Kanada bukan lawan sembarangan, apalagi bermain di hadapan pendukung sendiri.
Yang membuat Bosnia semakin disegani adalah catatan tidak terkalahkan dalam sembilan laga terakhir. Lebih dari itu, dalam enam pertandingan beruntun mereka selalu bermain imbang usai 90 menit. Zmajevi—julukan Bosnia-Herzegovina—adalah tim yang sangat sulit ditembus, terutama dalam pertandingan ketat.


Tinggalkan Balasan