Namun di balik soliditas pertahanan itu, ada satu kelemahan yang belum berhasil mereka tutupi: minimnya produktivitas di depan gawang. Dalam enam laga terakhir, tidak sekali pun Bosnia mampu mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan. Ini bisa menjadi celah bagi Swiss jika mampu membangun tekanan sejak awal.
Kondisi skuad menjadi faktor penentu yang tidak kalah penting. Swiss relatif dalam kondisi baik—tidak ada cedera baru yang dilaporkan pascalaga melawan Qatar. Yakin kemungkinan besar mempertahankan kerangka utama yang mengandalkan Gregor Kobel di bawah mistar, sementara Manuel Akanji dan Nico Elvedi menjaga soliditas lini belakang. Granit Xhaka akan terus menjadi jantung permainan dari lini tengah.
Di sektor depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Breel Embolo akan tetap menjadi ujung tombak atau Yakin akan mengubah susunan serang. Noah Okafor dan Johan Manzambi disebut sebagai kandidat kuat untuk dimainkan sejak awal jika pelatih ingin menyuntikkan energi baru dan meningkatkan daya gedor.
Bosnia menghadapi situasi berbeda. Kekhawatiran terbesar datang dari kondisi fisik Sead Kolasinac, bek berpengalaman yang mengalami masalah fisik saat melawan Kanada. Ketidakhadiran Kolasinac di jantung pertahanan bisa menjadi pukulan besar bagi Bosnia—dialah pemain yang memberikan ketenangan dan kepemimpinan di lini belakang.
Absennya Nidal Celik, bek RC Lens, juga patut dicatat. Cedera yang menimpanya saat sesi latihan memaksanya mundur dari turnamen. Posisinya dalam skuad kini diisi Arjan Malic, pemain yang minim pengalaman di level sebesar Piala Dunia.


Tinggalkan Balasan