Timnas Esports Indonesia kini menggandeng tim sports science untuk memantau kondisi fisik dan mental setiap atlet secara lebih terukur. Bukan pengawasan asal-asalan, melainkan pemantauan menyeluruh yang mencakup tingkat kebugaran, beban latihan, kualitas pemulihan, pola tidur, hingga kondisi psikologis.
“Program sports science membantu kami mendapatkan gambaran yang lebih objektif tentang kondisi dan kebutuhan setiap atlet, mulai dari kebugaran, beban latihan, kualitas recovery, sampai tidur dan aspek mental,” jelas Ela.
Ini bukan gimmick. Pendekatan sports science dalam esports memang bukan hal baru di level internasional, namun Indonesia tampaknya kini mulai mengadopsinya secara lebih serius dan terstruktur. Tim Korea Selatan dan China sudah melakukannya bertahun-tahun. Indonesia, dengan caranya sendiri, sedang menyusul.
Untuk memperkuat program ini, PB ESI turut melibatkan ahli gizi dan dokter yang bertugas menjaga kondisi fisik sekaligus kesehatan mental para atlet selama masa persiapan berlangsung. Ini mempertegas bahwa esports bukan lagi soal siapa yang paling lama begadang atau paling banyak minum energi drink.
Justru sebaliknya. Tidur yang cukup, pola makan teratur, dan kondisi mental yang stabil kini menjadi variabel yang diperhitungkan dengan serius oleh tim pelatih dan staf pendukung. Atlet yang kelelahan dan stres tidak akan bisa berpikir jernih di meja pertandingan—dan Ela tahu betul soal itu.


Tinggalkan Balasan