BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Turki tampil sebagai tim yang sedikit diunggulkan. Di atas kertas, skuad mereka lebih mewah—ada Arda Guler yang elegan, kecepatan Baris Alper Yilmaz di sisi kanan, serta kapten Hakan Calhanoglu yang baru pulih dari cedera menjelang turnamen. Pelatih Vincenzo Montella menyiapkan formasi 4-2-3-1 andalannya, berharap kreativitas lini tengah bisa menghidupkan serangan.

Namun ada satu nama yang menggantung dalam tanda tanya besar: Kenan Yildiz. Pemain muda Juventus itu masuk dengan kondisi tidak ideal—masalah betis memaksanya hanya tampil sebagai pengganti saat melawan Australia. Apakah ia akan berani diturunkan sejak menit pertama, atau kembali diparkir di bangku cadangan demi menjaga kondisi fisiknya?

Montella tampaknya akan memilih aman. Guler, Baris Alper Yilmaz, dan Orkun Kokcu diperkirakan mengisi lini serang utama. Kerem Akturkoglu atau Deniz Gul bisa mengisi satu slot di depan, sementara bek sayap Ferdi Kadioglu—yang menciptakan lima peluang di laga pertama—tetap menjadi sumber bahaya dari sisi kiri.

Masalah Turki bukan soal nama-nama besar yang mereka miliki. Masalahnya adalah performa kolektif yang jauh dari ekspektasi saat menghadapi Australia. Tim yang seharusnya mendominasi justru membiarkan diri dibalas lewat serangan balik dan kehilangan fokus di momen-momen krusial. Jika pola itu terulang, Paraguai akan dengan senang hati mengambil keuntungan.

Karena itulah Paraguai tidak boleh dianggap enteng. Di bawah arahan Gustavo Alfaro, mereka menerapkan sistem 4-4-2 yang terorganisasi dengan disiplin tinggi dan keunggulan fisik yang terasa sepanjang 90 menit. Meski kebobolan empat kali dari AS, mereka tidak pernah berhenti bertarung dan bahkan mampu mencetak satu gol balasan lewat pemain pengganti.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026