PUNGGAWASPORT, MADRID – Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) menjatuhkan sanksi denda sebesar 15.000 euro atau setara dengan Rp295,3 juta kepada klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Hukuman ini disertai dengan ancaman penutupan sebagian kapasitas Stadion Santiago Bernabeu menyusul terjadinya insiden rasisme yang melibatkan salah satu pengunjung stadion.
Kasus ini bermula ketika seorang pendukung Los Blancos kedapatan melakukan gestur salam Nazi sesaat sebelum laga babak playoff Liga Champions kontra Benfica berlangsung. Pertandingan yang digelar di kandang Real Madrid tersebut berlangsung pada 25 Februari 2026.
Pihak manajemen Real Madrid tidak tinggal diam menanggapi insiden tersebut. Dalam pernyataan resmi yang dirilis setelah pertandingan, klub berjuluk El Real menegaskan bahwa mereka telah segera mengambil tindakan tegas dengan mengusir suporter yang bersangkutan dari kawasan stadion.
Dewan Kontrol, Etika, dan Disiplin UEFA secara resmi mengumumkan keputusan sanksi pada Jumat, 6 Maret 2026. Selain denda finansial, Real Madrid juga dikenakan hukuman penutupan 500 kursi untuk satu laga turnamen kompetisi klub UEFA. Namun, sanksi penutupan tersebut bersifat bersyarat dengan masa percobaan selama satu tahun. Artinya, jika terjadi pelanggaran serupa dalam kurun waktu tersebut, hukuman penutupan akan langsung diberlakukan.
“Keputusan ini diambil terkait perilaku rasis dan diskriminatif yang dilakukan oleh suporter selama pertandingan yang dimenangkan Real Madrid dengan skor 2-1 atas Benfica,” demikian keterangan UEFA.
Insiden ini sebenarnya merupakan bagian dari rangkaian kasus rasisme yang membayangi pertemuan kedua tim. Dalam leg pertama yang berlangsung di Lisbon pada 18 Februari 2026, bintang Real Madrid, Vinicius Junior, melaporkan telah menjadi korban pelecehan rasial oleh pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
Menanggapi laporan tersebut, UEFA langsung bertindak dengan menjatuhkan skorsing satu pertandingan kepada Prestianni sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut. Hukuman tersebut tetap berlaku meskipun Benfica telah mengajukan upaya banding.
Di sisi lain, Benfica juga tidak luput dari tanggung jawab. Klub asal Portugal tersebut memberikan sanksi internal berupa pembekuan keanggotaan kepada lima suporter mereka yang terbukti melakukan gerakan rasis—meniru monyet—terhadap Vinicius Junior saat Real Madrid meraih kemenangan tipis 1-0 di pertandingan pertama.
Kasus Real Madrid ini menjadi sanksi kedua yang dijatuhkan UEFA dalam periode singkat terkait insiden salam Nazi di ajang Liga Champions musim ini. Sebelumnya, klub Inggris Tottenham Hotspur dikenakan denda lebih besar, yakni 30.000 euro, setelah salah satu pendukung mereka terbukti melakukan gestur serupa pada pertandingan melawan Eintracht Frankfurt.
Rentetan insiden ini kembali menyoroti permasalahan serius rasisme dalam sepak bola Eropa yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi otoritas sepak bola benua tersebut.


Tinggalkan Balasan