Final melawan Italia di Zenica menjadi klimaks yang sesungguhnya. Stadion dipenuhi puluhan ribu suporter yang menyanyikan lagu-lagu dukungan dengan suara bergetar. Skor 1-1 bertahan hingga babak perpanjangan waktu, di mana Haris Tabakovic mencetak gol untuk tuan rumah. Saat memasuki adu penalti, Pio Esposito dan Bryan Cristante gagal mengeksekusi dengan sempurna dari titik putih. Bajraktarevic tampil sebagai pahlawan — dengan tenang mengirim bola melewati Gianluigi Donnarumma menggunakan kaki kiri. Seluruh Bosnia meledak dalam euforia.
Di balik pencapaian dramatis ini ada sosok pelatih Sergej Barbarez, pria 54 tahun yang memiliki latar belakang bermain di Bundesliga bersama Union Berlin, Borussia Dortmund, Hamburg, dan Bayer Leverkusen. Semasa aktif, ia mencetak 17 gol dari 47 penampilan internasional antara 1998 dan 2006. Ditunjuk sebagai pelatih tim nasional pada 2024, ini adalah peran manajerial besar pertamanya di level senior.
Barbarez dikenal sebagai pemikir strategis yang cermat — bahkan di luar lapangan ia adalah pemain poker profesional. Pendekatannya di lapangan mencerminkan karakter itu: formasi 4-4-2 yang menggabungkan pengalaman dengan energi muda, menyerang lewat sayap, dan membangun tim yang tidak mudah goyah di bawah tekanan.
Kapten Edin Dzeko menjadi simbol kesinambungan antara generasi emas 2014 dan skuad saat ini. Mantan striker Manchester City itu sudah menjadi pemegang rekor penampilan terbanyak bagi timnas, dan dalam turnamen ini ia akan bersaing untuk memperlebar rekor golnya di Piala Dunia. Bersama Dzeko, barisan muda seperti Bajraktarevic dan Alajbegovic siap membuktikan bahwa Bosnia sedang dalam periode kebangkitan baru.
Penampilan perdana Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia pada 2014 di Brasil meninggalkan kesan yang tak mudah dilupakan. Dengan generasi berbakat yang mencakup Miralem Pjanic, Sead Kolasinac, Asmir Begovic, dan Dzeko, mereka tampil dengan penuh keyakinan di bawah arahan Safet Susic. Di babak kualifikasi, kemenangan krusial atas Lituania lewat gol tap-in Vedad Ibisevic memastikan mereka finis di puncak grup.


Tinggalkan Balasan