MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – SoFi Stadium, Inglewood, akan menjadi saksi laga penutup Grup D Piala Dunia 2026 yang sarat makna berbeda bagi dua kontestannya. Jumat (26/6/2026) pukul 09.00 WIB, Amerika Serikat menjamu Turki dalam pertandingan yang bagi tim tamu sekadar formalitas, namun bagi tuan rumah menyimpan ambisi mengukir sejarah.
Status kedua tim sudah jauh berbeda jauh sebelum bola digulirkan. Amerika Serikat telah mengamankan tiket ke babak 32 besar lebih cepat, sementara Turki harus mengepak koper usai gagal memungut satu pun poin dari dua laga sebelumnya.
Justru di titik inilah pertandingan ini menjadi menarik. Bagi Amerika Serikat, laga melawan Turki bukan sekadar formalitas penutup fase grup, melainkan kesempatan menorehkan catatan yang belum pernah dicapai tim mana pun di abad ini.
Mauricio Pochettino membawa Amerika Serikat memuncaki Grup D setelah membungkam Australia 2-0 pada pertandingan kedua. Enam poin dari dua laga membuat skuad berjuluk Yanks itu kini mengincar sesuatu yang istimewa: tiga kemenangan beruntun di Piala Dunia, yang belum pernah dicatat negeri Paman Sam sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di turnamen ini.
Jika target itu tercapai, bukan hanya tim yang mencatat sejarah. Pochettino sendiri akan melampaui rekor dua kemenangan yang sebelumnya dipegang Bruce Arena dan Robert Millar, sekaligus menasbihkan dirinya sebagai pelatih tersukses yang pernah menangani Amerika Serikat di pentas Piala Dunia.


Tinggalkan Balasan