BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Catatan apik AS bukan kebetulan. Sepanjang turnamen, mereka membukukan 300 high-intensity pressures, salah satu angka tertinggi di antara seluruh kontestan Piala Dunia 2026. Soliditas itu terjaga rapi meski kapten Christian Pulisic belum tampil dalam kapasitas penuh di sepanjang fase grup.

Ketajaman lini tengah AS turut tergambar dari akurasi umpan 77,5 persen di area sepertiga akhir lapangan lawan, angka yang menunjukkan kematangan taktik racikan Pochettino. Tak hanya solid bertahan dan menyerang, Amerika Serikat juga konsisten mencetak gol cepat.

Dalam dua laga awal, mereka selalu menjebol gawang lawan dalam 15 menit pertama babak pertama. Pencapaian ini membuat AS menjadi tuan rumah Piala Dunia pertama yang mampu melakukannya sejak edisi 1938 di Prancis, sebuah jarak sejarah hampir sembilan dekade.

Di sisi lain lapangan, Turki datang dengan beban psikologis yang jauh berbeda. Tim asuhan Vincenzo Montella terdampar di dasar klasemen Grup D tanpa satu poin pun, setelah takluk 0-1 dari Paraguay pada laga terakhir mereka.

Performa Turki di Piala Dunia 2026 jauh dari harapan publik sepak bola negeri itu. Bayang-bayang generasi emas 2002, ketika Turki finis di peringkat ketiga, kini terasa makin jauh dari realitas skuad asuhan Montella saat ini.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026