Keduanya datang ke final dengan status yang tak perlu diragukan. Spanyol adalah juara Euro 2024, sementara Argentina menyandang gelar juara Copa America 2024. Bagi keduanya, Piala Dunia 2026 adalah puncak dari ambisi yang telah lama dipendam.
Bagi La Roja, titel juara dunia akan menyamai pencapaian generasi emas 2010 yang berhasil mengawinkan trofi Piala Dunia dengan gelar Euro 2008—sebuah pencapaian yang belum pernah terulang sejak saat itu. Kapten Rodri, gelandang bertahan yang menjadi jangkar permainan Spanyol di turnamen ini, menegaskan bahwa timnya tidak datang ke Amerika Serikat hanya untuk menikmati perjalanan.
“Tim ini dan generasi ini memang ditakdirkan untuk menciptakan sejarah. Kini kami berhasil mencapai final Piala Dunia. Kami senang dengan perjalanan yang telah ditempuh tim ini, tetapi kami tidak akan berhenti di sini. Ambisi kami jauh lebih besar,” kata Rodri dikutip dari Reuters.
Di sisi lain, Argentina membawa beban sejarah yang sama beratnya. Jika berhasil menjuarai Piala Dunia 2026, tim berjuluk Albiceleste akan mengukir prestasi langka: juara dunia dua kali beruntun. Hanya dua negara sebelumnya yang pernah melakukannya—Italia (1934 dan 1938) serta Brasil (1958 dan 1962).
Argentina nyaris mewujudkan mimpi serupa 36 tahun lalu. Setelah menjadi juara dunia pada 1986, mereka kembali melangkah ke final Piala Dunia 1990. Namun, gol tunggal Jerman Barat menghancurkan ambisi itu. Kali ini, mereka diberi kesempatan kedua.


Tinggalkan Balasan