BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Di Piala Dunia 2026, Korea Selatan akan bermain di Grup dengan jadwal yang menantang. Laga pertama dijadwalkan pada 11 Juni menghadapi pemenang play-off Eropa (dari Ceko, Denmark, Makedonia Utara, atau Republik Irlandia) di Estadio Guadalajara. Kemudian pada 18 Juni melawan Meksiko di kandang sendiri mereka, masih di Guadalajara. Laga terakhir fase grup, 24 Juni, menghadapi Afrika Selatan di Estadio Monterrey.

Ini akan menjadi penampilan ke-12 Korea Selatan di putaran final Piala Dunia — perjalanan panjang yang dimulai dari debut pahit di Swiss 1954. Kala itu, kurang dari setahun setelah Perang Korea, sebagian pemain bahkan harus diterbangkan ke Eropa menggunakan pesawat angkut militer Amerika Serikat setelah perjalanan melelahkan 60 jam. Di lapangan, mereka kalah 9-0 dari Hungaria dan 7-0 dari Turki, mengakhiri turnamen tanpa sebutir pun gol.

Namun cerita Korea Selatan tidak berhenti di sana. Puncak tertinggi mereka datang saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002 bersama Jepang. Dipimpin Hong Myung-bo sebagai kapten, Korea Selatan mengalahkan Polandia 2-0 pada laga pembuka, lalu menyingkirkan Italia lewat golden goal Ahn Jung-hwan di babak 16 besar — salah satu momen paling dramatis dalam sejarah turnamen. Spanyol pun tumbang di perempat final melalui adu penalti. Perjalanan mereka baru terhenti di semifinal, dikalahkan Jerman 1-0, sebelum Turki mengalahkan mereka 3-2 di perebutan tempat ketiga. Finis di posisi empat besar menjadi pencapaian terbaik tim Asia sepanjang sejarah Piala Dunia.

Delapan tahun setelah euforia 2002, Korea Selatan membuat sejarah berbeda di Afrika Selatan 2010. Mereka membuktikan bahwa kesuksesan 2002 bukan semata karena dukungan tuan rumah. Kemenangan 2-0 atas Yunani melalui gol Lee Jung-soo dan Park Ji-sung menjadi pembuka. Meski kalah besar dari Argentina, hasil imbang 2-2 yang dramatis melawan Nigeria memastikan tiket ke babak 16 besar — pertama kalinya Korea Selatan melaju sejauh itu di luar kandang sendiri. Legenda bek Lee Young-pyo menyebut pencapaian itu sebagai titik balik: membuktikan Korea mampu bersaing di mana pun.

Di Rusia 2018, Korea Selatan menghasilkan momen yang mungkin paling mengejutkan dalam sejarah turnamen modern. Meski tersingkir di fase grup, mereka menaklukkan juara bertahan Jerman 2-0 — salah satu hasil paling menggemparkan yang pernah dicatat. Gol Kim Young-gwon dan Son Heung-min di masa tambahan waktu mengirim Jerman pulang lebih awal. Dunia terkesima, dan nama Son semakin diukir dalam sejarah.



Follow Widget

Published by Punggawa Sport

Editor

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version