Pelatih Tanjung Verde, Bubista, kemungkinan merespons dengan pola 4-5-1. Dailon Livramento akan berdiri sendirian di lini depan, sementara blok tengah yang padat diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pemain-pemain Argentina. Strategi bertahan yang sama pernah diterapkan saat menghadapi Spanyol — dan hasilnya, Spanyol pulang dengan tangan kosong.
Scaloni tentu sudah mempelajari hal itu.
Argentina akan mencoba menguasai penguasaan bola dan membangun serangan secara sabar dari lini belakang. Tujuannya jelas: menciptakan celah bagi Messi untuk bergerak bebas dan mengatur ritme permainan. Thiago Almada dan Lautaro Martinez diharapkan memberikan tekanan di kedua sisi pertahanan Tanjung Verde.
Sementara Blue Sharks, jika berhasil menahan tekanan awal Argentina, akan mengandalkan transisi cepat. Ryan Mendes dan Willy Semedo menjadi senjata serangan balik di kedua sayap. Jika mereka dapat menjaga kedisiplinan bertahan dan memanfaatkan setiap peluang kontra, skenario kejutan bukan hal yang mustahil.
Kunci pertandingan ada di Kevin Pina dan Deroy Duarte. Dua pemain ini kemungkinan mendapat tugas khusus: membatasi ruang gerak Lionel Messi. Jika La Pulga dapat dikekang — atau setidaknya diperlambat — Tanjung Verde bisa memperpanjang perlawanan hingga menit-menit akhir.
Tapi jika Argentina mencetak gol lebih awal, ceritanya bisa berubah drastis. Tekanan psikologis akan bertumpuk di pundak para pemain Tanjung Verde yang notabene minim pengalaman di laga sistem gugur level dunia.


Tinggalkan Balasan