Rekor kualifikasi Afrika mereka memang luar biasa di atas kertas. Tunisia memenangkan sembilan dari sepuluh laga kualifikasi tanpa sekalipun kalah, dengan perbedaan gol yang mencolok sebesar 22:0. Namun konteks di balik angka itu penting untuk dipahami.
Lawan-lawan Tunisia di kualifikasi adalah Namibia, Liberia, Guinea Khatulistiwa, Malawi, dan São Tomé dan Príncipe — tidak satu pun dari tim-tim itu yang masuk 100 besar peringkat FIFA. Uji coba sesungguhnya justru datang setelah turnamen Afrika.
Hasil terbaru Tunisia sangat mengkhawatirkan. Mereka kalah 1-0 dari Austria, ditahan 0-0 oleh Kanada, menang tipis 1-0 atas Haiti, dan yang paling memalukan — dihajar Belgia dengan skor telak 5-0 dalam laga uji coba terakhir sebelum Piala Dunia.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah persoalan produktivitas serangan. Sejak Lamouchi mengambil alih kendali tim, Tunisia hanya mencetak satu gol dalam empat pertandingan — dengan puasa gol yang kini sudah melampaui 350 menit bermain.
Catatan Tunisia di Piala Dunia pun tidak meyakinkan. Mereka hanya memenangkan tiga dari 18 laga World Cup sepanjang sejarah, dengan tingkat kemenangan 16,7 persen — salah satu yang terendah di antara negara-negara dengan minimal 15 penampilan di Piala Dunia.


Tinggalkan Balasan