Sementara Tunisia diprakirakan menurunkan Chammakh di gawang, diback-up lini belakang Valery, Talbi, Rekik, dan Abdi. Khedira, Skhiri, Slimane, Mejbri, dan Achouri mengisi lini tengah, dengan Chaouat sebagai ujung tombak.
Gyökeres menjadi tumpuan utama Sweden. Striker itu juga telah mengonversi 29 penalti berturut-turut untuk klub dan timnas, termasuk adu penalti, menjadikannya salah satu eksekutor paling andal di dunia saat ini.
Di sisi lain, Tunisia berharap Mohamed Ben Romdhane yang mencetak empat gol selama kualifikasi, serta Ali Abdi yang menyumbang satu gol dan tiga assist, bisa mengulang performa terbaik mereka di panggung Piala Dunia.
Laga ini bukan hanya soal teknik dan taktik. Ini soal mental dan keberanian. Tunisia punya sistem pertahanan yang solid, tapi absennya ketajaman di depan bisa menjadi bumerang. Sweden punya bintang kelas dunia, tapi konsistensi permainan mereka masih belum terbukti.
Bagi Tunisia, lolos dari babak grup adalah impian yang belum pernah terwujud dalam tujuh keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Format 48 tim di edisi 2026 ini membuka peluang lebih besar dari sebelumnya — tapi peluang itu hanya bisa dimanfaatkan jika mereka mampu mencetak gol.


Tinggalkan Balasan