Di kubu seberang, Australia justru menanggung beban berbeda. Kekalahan dari tuan rumah Amerika Serikat pada laga kedua menghentikan rangkaian 10 pertandingan tanpa kekalahan Socceroos di level kompetitif. Performa ofensif yang anjlok—hanya dua tembakan tepat sasaran sepanjang laga itu—jadi alarm bagi pelatih Tony Popovic.
Skuad Negeri Kanguru sebetulnya mengawali turnamen dengan kejutan manis usai menumbangkan Turki 2-0 lewat gol Connor Metcalfe dan Nestory Irankunda. Namun, jika ingin lolos ke 16 besar dua edisi Piala Dunia beruntun untuk kali pertama dalam sejarah, mereka wajib tampil lebih tajam di depan gawang lawan.
Catatan pertemuan kedua tim sebelum laga ini turut menarik dicermati. Sepanjang lima kali bertemu di laga uji coba, Australia tak pernah merasakan kekalahan dari Paraguay, dengan kemenangan terakhir diraih pada Oktober 2010 lewat skor tipis 1-0. Hanya saja, seluruh pertemuan itu berlangsung di luar arena kompetitif resmi, sehingga tensi dan tekanan kali ini dipastikan berbeda jauh.
Soal kreativitas lini depan, Paraguay punya andalan bernama Julio Enciso. Penyerang Strasbourg berusia 22 tahun ini sudah menyumbang dua assist untuk seluruh gol La Albirroja sepanjang Piala Dunia 2026. Jika kembali memberi assist pada laga ini, Enciso akan menyamai catatan legendaris Michael Ballack yang membantu gol Jerman di tiga laga fase grup Piala Dunia 2002.
Sayangnya, Alfaro harus memutar otak menyiasati absennya Miguel Almiron. Gelandang serang berusia 32 tahun itu absen karena sanksi satu laga, buntut kartu merah akibat melanggar aturan baru FIFA yang melarang pemain menutup mulut saat berselisih dengan lawan—insiden yang terjadi saat Paraguay menghadapi Turki.


Tinggalkan Balasan