BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Dari kubu Australia, nama Paul Okon-Engstler patut diwaspadai lini tengah Paraguay. Gelandang ini tercatat sebagai pencetak operan akurat terbanyak di skuad Socceroos sepanjang turnamen, lengkap dengan kontribusi assist saat menundukkan Turki. Sementara itu, kondisi Mathew Leckie yang masih dibekap masalah otot sejak laga melawan Amerika Serikat membuat Popovic kemungkinan menyiapkan Cristian Volpato sebagai opsi lini depan.

Dari sisi formasi, Australia diprediksi kembali memainkan pakem 3-4-3 yang sukses diterapkan saat mengalahkan Turki, dengan trio Irankunda, Volpato, dan Mohamed Toure berpotensi mengisi lini serang. Sementara itu, Paraguay tampaknya akan setia pada formula 4-4-2, dengan Enciso bergerak lebih ke tengah untuk turut membangun serangan sekaligus menjaga soliditas lini belakang yang dikomandoi Gustavo Gomez dan Fabian Balbuena.

Statistik historis juga menunjukkan kecenderungan laga bertensi rendah gol. Dari delapan laga terakhir Paraguay di level kualifikasi maupun final Piala Dunia, hanya dua yang berakhir dengan kedua tim sama-sama mencetak gol. Begitu pula Australia, yang enam dari delapan laga terakhirnya di Piala Dunia menghasilkan kurang dari 2,5 gol per pertandingan.

Faktor mental turut menjadi sorotan bagi Socceroos. Sepanjang sejarah, Australia belum pernah mengalahkan wakil Amerika Selatan di putaran final Piala Dunia dari lima kesempatan yang ada, dengan empat di antaranya justru berakhir kekalahan. Itu menjadi beban psikologis tambahan di tengah ambisi mereka mengunci tiket otomatis ke 32 besar.

Laga bertajuk pertarungan hidup-mati ini akan dipimpin wasit asal Prancis, Clement Turpin. Dengan kedua tim sama-sama membutuhkan poin namun memiliki gaya bermain kontras—Australia lebih agresif menyerang, Paraguay cenderung defensif dan mengandalkan momen—duel di lini tengah diprediksi menjadi kunci penentu siapa yang berhak melangkah ke fase gugur Piala Dunia 2026.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026