BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Sebelum memegang kendali Portugal, Martínez menghabiskan delapan tahun bersama Belgia, mengelola generasi emas Red Devils dengan segala kompleksitasnya. Pengalaman itu membentuknya menjadi manajer yang ahli dalam memaksimalkan skuad berisi ego-ego besar sambil tetap menjaga kohesi tim.

Jalan Portugal menuju Piala Dunia 2026 tidak selalu mulus. Mereka baru memastikan tempat di turnamen ini pada laga terakhir babak kualifikasi UEFA. Namun mereka menutup kampanye dengan cara yang paling dramatis sekaligus meyakinkan: kemenangan 9-1 atas Armenia yang memastikan Portugal keluar sebagai juara Grup F.

Di tengah euforia kemenangan besar itu, ada satu momen yang menjadi berita tersendiri. Cristiano Ronaldo, dengan dua golnya ke gawang Hungaria sebelumnya, resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah kualifikasi Piala Dunia. Rekor yang bahkan sulit dibayangkan akan dipecahkan siapa pun dalam waktu dekat.

Portugal memiliki sejarah yang kaya namun juga mengandung rasa yang belum tuntas di Piala Dunia. Debut mereka pada 1966 di Inggris adalah kampanye terbaik yang pernah mereka catatkan: finis di posisi ketiga, dipimpin oleh Eusebio yang mengguncang dunia dengan sembilan gol. Si Macan Hitam membawa Portugal mengalahkan Brasil milik Pele di fase grup—sebuah pencapaian yang masih dikenang dengan kagum hingga hari ini.

Empat dekade kemudian, Portugal kembali menjangkau babak semifinal di Jerman 2006. Perjalanan yang menegangkan melewati Belanda dan kemudian Inggris lewat adu penalti menjadi bab tersendiri dalam sejarah sepak bola Portugal. Namun lagi-lagi, Prancis berdiri di antara mereka dan final.



Follow Widget