Dari sisi taktik, Moriyasu kemungkinan besar tetap memakai skema tiga bek dengan variasi 3-4-2-1 atau 3-4-3 yang sudah terbukti efektif. Ayase Ueda diproyeksikan kembali memimpin lini depan, dengan Junya Ito dan Daichi Kamada bergerak fleksibel sebagai gelandang serang di belakangnya.
Dua bek sayap, Ritsu Doan dan Keito Nakamura, juga diperkirakan tetap menjadi andalan untuk membangun serangan dari sisi lapangan. Di kubu Swedia, Graham Potter kemungkinan mempertahankan formasi 3-5-2 dengan duet maut Alexander Isak dan Viktor Gyokeres tetap menjadi tumpuan utama lini depan.
Kabar kurang menggembirakan datang dari kubu Jepang soal kondisi pemain. Takefusa Kubo masih absen karena cedera, sama seperti saat timnya menundukkan Tunisia, sementara status Shuto Machino pun masih diragukan tampil penuh. Swedia sendiri kemungkinan harus tampil tanpa Eric Smith di lini tengah.
Meski tanpa Kubo, kekuatan Jepang tidak banyak berkurang. Kemenangan 4-0 atas Tunisia justru menjadi bukti betapa berbahayanya transisi serangan Samurai Biru tanpa pemain bintang itu. Di sisi lain, Swedia akan berusaha membangkitkan kembali rasa percaya diri seperti saat mereka menggebuk Tunisia 5-1 di laga pembuka grup.
Melihat tren permainan Swedia sejauh ini, peluang mereka banyak bergantung pada ketajaman duet Isak dan Gyokeres. Graham Potter pun tampaknya tidak punya banyak pilihan selain terus mempercayakan serangan pada kedua pemain bintang tersebut.


Tinggalkan Balasan