The Reds terlempar dari 10 besar Klasemen Liga Inggris 2025/2026.
PUNGGAWASPORT, LIVERPOOL – Bek sekaligus kapten Liverpool, Virgil van Dijk, angkat bicara menyusul kekalahan telak timnya dari Nottingham Forest dalam lanjutan pekan ke-12 Premier League. Pertandingan yang berlangsung di markas sendiri, Stadion Anfield, Sabtu (22/11/2025) malam waktu Indonesia, berakhir dengan skor memalukan 0-3 untuk kemenangan pasukan tamu.
Trio gol Nottingham Forest dilesakkan oleh Murillo di menit ke-33, Nicolo Savona tepat setelah jeda (menit 46), dan Morgan Gibbs-White yang mengunci kemenangan pada menit 78.
Hasil ini menambah deretan kekalahan The Reds menjadi enam kali sepanjang musim ini. Konsekuensinya, skuad besutan Arne Slot kini merosot ke posisi ke-11 klasemen sementara Liga Inggris. Yang lebih mengkhawatirkan, ini adalah kekalahan ketiga dengan kebobolan tiga gol setelah sebelumnya dihantam Crystal Palace dan Manchester City.
Kelemahan Pertahanan Disorot
Lewat situs resmi klub, bek asal Belanda itu mengungkapkan kekecewaan mendalam atas performa tim yang dinilai rapuh dalam pertahanan. “Kami terlalu mudah kemasukan gol. Padahal 30 menit awal permainan kami tampil solid dan menciptakan beberapa peluang berbahaya,” ungkap Van Dijk.
Pemain berusia 34 tahun itu khususnya menyoroti gol pembuka Nottingham yang tercipta dari bola mati. Menurutnya, gol tersebut menjadi titik balik yang mengganggu mentalitas tim. “Mereka kembali mencetak gol lewat set-piece. Mungkin ada perdebatan apakah pemain mereka menghalangi Alisson atau tidak, tapi wasit mengesahkannya dan kami tertinggal 1-0,” jelasnya.
Lebih lanjut, kapten Timnas Belanda itu menyoroti kelemahan Liverpool dalam duel fisik dan pengambilan keputusan yang tergesa-gesa. “Secara keseluruhan kami kalah dalam pertarungan, duel, dan perebutan bola kedua. Terlalu gegabah dalam bertindak. Ini situasi yang sangat berat bagi kami saat ini. Hari yang menyakitkan,” paparnya.
Kepanikan Pasca Kebobolan
Van Dijk juga mencermati respons tim yang terlihat panik dan tidak tenang setelah gawang mereka dijebol pertama kali. Hal ini membuat Liverpool bermain dengan ketergesaan yang kontraproduktif.
“Setelah kebobolan, memang ada kepanikan. Keinginan untuk segera menyamakan kedudukan membuat kami main terburu-buru. Itu reaksi yang wajar saat tim sedang dalam fase sulit seperti ini,” tuturnya.
Namun ia menegaskan bahwa kepanikan tersebut baru muncul setelah gol pertama tercipta, bukan sebelumnya. “Sebelum set-piece itu, kami tidak gugup, bahkan sempat mematahkan serangan mereka sebelumnya. Intinya, kami sedang dalam masa yang sangat sulit dan harus segera bangkit,” tambahnya.
Tanggung Jawab Kolektif
Sebagai kapten, Van Dijk tidak segan mengambil tanggung jawab penuh, namun ia menekankan bahwa kekalahan ini adalah tanggung jawab seluruh tim, bukan individu.
“Ini masalah serius dan saya bertanggung jawab atas hal ini. Tapi menurut saya semua orang dalam tim, tidak hanya pemain inti tapi juga yang di bangku cadangan dan staf, harus ikut bertanggung jawab. Sepak bola adalah olahraga tim, kami bermain bersama, dan kami butuh kontribusi maksimal dari setiap orang,” tandas pemain bertahan senior itu.


Tinggalkan Balasan