Jalan menuju Piala Dunia 2026 sendiri tidak semulus yang dibayangkan publik. Dalam kualifikasi zona CONMEBOL yang mempertemukan seluruh 10 anggota konfederasi dalam format round-robin, Brasil finis di posisi kelima. Cukup untuk meraih tiket lolos langsung, tetapi jelas bukan penampilan yang memuaskan ekspektasi bangsa berpenduduk 200 juta jiwa yang terbiasa mendominasi kualifikasi Amerika Selatan.
Berbicara soal sejarah, catatan Brasil di Piala Dunia adalah dokumen yang sulit ditandingi negara mana pun. Dalam 114 pertandingan yang telah dimainkan, Selecao meraih 76 kemenangan, 19 hasil imbang, dan hanya 19 kekalahan, dengan 237 gol dicetak dan 108 kemasukan. Lima trofi juara terkumpul dari edisi 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002.
Piala Dunia 1970 di Meksiko kerap disebut sebagai puncak peradaban sepak bola Brasil. Tim yang dipenuhi nama-nama besar — Pelé, Jairzinho, Tostão, dan Rivellino — memenangkan setiap pertandingan dan mengakhiri turnamen dengan kemenangan 4-1 atas Italia di final Azteca. Kemenangan itu sekaligus menjadi momen terakhir Trofi Jules Rimet diangkat sebelum pensiun permanen, karena Brasil berhak menyimpannya setelah menjuarai turnamen untuk ketiga kalinya.
Kisah Brasil di Piala Dunia bermula dari Uruguay 1930 ketika Selecao menjadi salah satu dari tujuh tim Amerika Selatan yang hadir di turnamen perdana tersebut. Debut tidak berjalan mulus — mereka tersingkir setelah kalah dari Yugoslavia. Namun penyerang mereka, Preguinho, mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pencetak gol debut Brasil di Piala Dunia.
Dalam urusan gol, tidak ada yang melampaui Ronaldo Nazario dalam seragam kuning-hijau di panggung Piala Dunia. Dengan 15 gol dari tiga edisi (1998, 2002, 2006), ia menjadi pencetak gol terbanyak Brasil sepanjang masa di turnamen ini. Dua gol paling ikoniknya lahir di final 2002, saat ia menghancurkan Jerman 2-0 di Yokohama. Rekor itu bertahan selama delapan tahun hingga Miroslav Klose memecahkannya — ironisnya, justru saat melawan Brasil di Piala Dunia 2014.


Tinggalkan Balasan