BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Selama 90 menit waktu normal, kedua tim bermain dalam keseimbangan yang ketat. Pertahanan Argentina yang terorganisasi mampu menahan gempuran permainan kombinasi Spanyol yang cepat dan berpola. Tak satu pun tim berhasil menciptakan gol, sehingga laga harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Extra time justru menjadi medan pembuktian Spanyol. Luis de la Fuente menurunkan instruksi dari pinggir lapangan, dan pasukannya merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Peluang datang silih berganti, namun Martinez tampil seperti tembok—menepis setiap ancaman dengan refleks luar biasa.

Sebelum gol Torres, sempat ada momen dramatis yang membuat para pendukung Spanyol berdiri. Gol Nico Williams dianulir wasit karena pelanggaran yang terjadi dalam proses terjadinya gol. Keputusan itu disambut protes keras, namun pertandingan terus berjalan.

Kebuntuan akhirnya terpecah pada menit ke-106. Umpan Williams, sundulan ke belakang, dan sepakan Torres—tiga gerakan yang mengubah segalanya. Satu gol yang cukup untuk memahkotai Spanyol sebagai raja sepak bola dunia.

Argentina tidak menyerah begitu saja. Lionel Messi, yang tampil dalam Piala Dunia terakhirnya, mencoba memimpin kebangkitan melalui tendangan bebas dan situasi bola mati di masa injury time. Sang kapten mengirimkan beberapa umpan berbahaya, namun tak ada yang berbuah gol.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026