Di balik kebangkitan itu ada Luka Modric, 40 tahun, yang kembali menjadi dalang permainan. Asisnya untuk gol penentu Nikola Vlasic ke gawang Gana bukan sekadar kontribusi biasa — itu menjadikannya pemain tertua yang mencatat assist di sepanjang sejarah Piala Dunia. Angka itu lebih dari sekadar statistik. Itu adalah pernyataan.
Bernardo Silva, gelandang Manchester City yang akan berhadapan langsung dengan Modric di lapangan tengah, mengaku sang kapten Kroasia bukan sekadar lawan baginya. Silva terang-terangan menyebut Modric sebagai idolanya.
“Luka sebenarnya adalah idola saya — bukan hanya karena cara dia bermain dan mampu bertahan di level tertinggi, tetapi juga karena bagaimana dia menjalani kariernya,” kata Silva, dikutip dari Reuters.
Silva bahkan mengaku pernah meminta jersei Modric usai salah satu duel Manchester City melawan Real Madrid. Jersei itu kini tersimpan di rumahnya sebagai koleksi paling berharga. Namun Silva juga menambahkan, rasa hormat itu ada batasnya di lapangan.
“Saya mendoakan yang terbaik untuknya — hanya saja tidak dalam dua hari ke depan, karena kami ingin mengalahkannya,” ujarnya sambil tersenyum.


Tinggalkan Balasan