BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

ATLANTA, PUNGGAWASPORT – Argentina membuktikan mental juara di saat paling kritis. Di depan ribuan penonton yang memadati Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, La Albiceleste membalikkan keadaan dari ketinggalan menjadi kemenangan 2-1 atas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026, Kamis dini hari WIB. Tiket final pun resmi berada di tangan mereka.

Laga yang berlangsung pada 17 Juli 2026 itu menjadi salah satu drama paling memukau sepanjang turnamen. Argentina yang tampil tanpa dominasi penuh justru menunjukkan karakter sesungguhnya ketika tertekan—bangkit, berjuang, dan akhirnya menang dengan cara yang nyaris sinematik.

Babak pertama berjalan dengan tempo tinggi dan penuh intensitas. Inggris langsung mengambil kendali melalui pressing agresif yang dimotori Anthony Gordon, Reece James, dan Djed Spence. Namun tembok bernama Emiliano Martinez berdiri kokoh di bawah mistar Argentina, menggagalkan setiap peluang berbahaya yang datang.

Argentina tak tinggal diam. Enzo Fernandez sempat melepaskan tembakan jarak jauh yang mengancam gawang Jordan Pickford, tetapi bola melambung tak tepat sasaran. Kedua tim saling mengunci pertahanan hingga babak pertama berakhir tanpa gol.

Memasuki paruh kedua, Argentina langsung menekan. Julian Alvarez bergerak lincah dan berhasil menciptakan peluang emas, tetapi Pickford tampil luar biasa dengan refleks cepat untuk menyelamatkan gawang Inggris dari kebobolan lebih awal.

Di sinilah cerita mulai berbalik arah. Ketika Argentina sedang bersemangat menyerang, Inggris justru mencuri gol pada menit ke-55. Sebuah umpan terukur dari Morgan Rogers meluncur ke tiang jauh, dan Anthony Gordon menyambutnya dengan sempurna untuk membobol gawang Martinez—1-0 untuk The Three Lions.

Gol itu seakan menyulut semangat Argentina. Pelatih Lionel Scaloni segera bergerak, memasukkan pemain-pemain segar untuk menambah daya gedor. Nico Gonzalez menjadi salah satu yang masuk dan nyaris langsung membuat perbedaan lewat sundulan berbahaya, namun Pickford kembali tampil menakjubkan dengan penyelamatan krusial.

Pertandingan berubah menjadi ujian kesabaran dan ketahanan mental. Argentina terus mengepung area pertahanan Inggris dengan umpan-umpan silang dan tembakan dari berbagai sudut. Penonton di Atlanta seolah menahan napas, menunggu apakah tembok Pickford akhirnya bisa jebol.

Jawaban datang pada menit ke-85. Enzo Fernandez mundur sejenak, mengukur jarak, lalu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras, melengkung tipis, dan bersarang di sudut gawang tanpa bisa dijangkau Pickford. Stadion berguncang. Skor imbang 1-1, dan laga kembali terbuka sepenuhnya.

Dalam pikiran banyak orang, pertandingan sepertinya sudah menuju babak tambahan. Namun Argentina rupanya punya rencana lain.

Di menit ke-90 plus dua—saat injury time hampir habis—Lionel Messi menerima bola di sayap. Ia tak membuang waktu. Dengan tenang dan presisi yang hanya dimiliki pemain terbaik dunia, Messi mengirim umpan silang akurat ke depan gawang. Lautaro Martinez sudah mengambil ancang-ancang, melompat, lalu menyundul bola ke dalam jaring.

Gol. Argentina unggul 2-1.

Sisa detik berikutnya menjadi kekacauan murni—pemain Argentina berlarian ke segala arah, Messi berlutut di lapangan, dan tim pelatih Scaloni meluapkan euforia di pinggir lapangan. Inggris, yang sudah begitu dekat dengan final, harus pulang dengan tangan kosong.

Comeback ini bukan sekadar hasil pertandingan biasa. Ini adalah pernyataan dari tim yang pernah juara dunia dua tahun lalu bahwa mereka masih lapar gelar. Argentina membuktikan bahwa tekanan tidak membuat mereka pecah—justru sebaliknya.

Messi sekali lagi menjadi tokoh kunci di momen paling menentukan. Asisnya kepada Lautaro di menit-menit akhir mempertegas peran sang kapten sebagai pemimpin yang hadir ketika tim paling membutuhkan. Bukan selalu lewat gol, tetapi melalui keputusan yang tepat di waktu yang tepat.

Sementara itu, Inggris harus menerima kenyataan pahit bahwa perjalanan mereka terhenti di empat besar. Pickford memang tampil luar biasa sepanjang laga, tetapi satu tembakan Fernandez dan satu sundulan Lautaro cukup untuk menghancurkan mimpi The Three Lions.

Argentina kini menantikan laga puncak melawan Spanyol dalam final Piala Dunia 2026. Duel antara dua kekuatan sepak bola Amerika Latin dan Eropa ini menjanjikan tontonan yang tak kalah dramatis. Spanyol sendiri telah menunjukkan permainan yang konsisten dan matang sepanjang turnamen.

Final itu akan menjadi pertarungan dua filosofi berbeda: Argentina yang mengandalkan karakter, determinasi, dan kilatan individual Messi, melawan Spanyol dengan kolektivitas dan penguasaan bola yang terstruktur.

Apapun hasilnya, dunia sepak bola sudah mendapat hadiahnya malam ini—sebuah semifinal yang akan dikenang lama setelah piala diserahkan kepada pemenangnya.

FAQ

Siapa yang mencetak gol untuk Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris?
Gol Argentina dicetak oleh Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez pada menit ke-90+2, sementara gol Inggris dicetak oleh Anthony Gordon.

Di mana dan kapan semifinal Argentina vs Inggris Piala Dunia 2026 berlangsung?
Pertandingan berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, pada 17 Juli 2026.

Siapa lawan Argentina di final Piala Dunia 2026?
Argentina akan menghadapi Spanyol di partai final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Inggris di semifinal.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026