BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

LONDON, PUNGGAWANEWS – Arsenal akhirnya mengakhiri penantian panjang. Di Selhurst Park, London, Minggu 24 Mei 2026, The Gunners menuntaskan musim dengan kemenangan 2-0 atas Crystal Palace—sekaligus mengunci gelar juara Liga Inggris pertama mereka dalam beberapa musim terakhir dengan 85 poin dari 38 pertandingan.

Gol kemenangan Arsenal dilesakkan oleh Gabriel Jesus dan Noni Madueke. Jean-Philippe Mateta sempat memperkecil ketertinggalan Crystal Palace, namun perlawanan tuan rumah tak cukup untuk mengguncang ketenangan tim asuhan Mikel Arteta yang tampil terorganisir dan penuh keyakinan sejak peluit pertama.

Dengan selisih tujuh poin dari Manchester City di posisi kedua yang mengumpulkan 78 poin, Arsenal menutup musim sebagai tim paling konsisten di Liga Inggris. Mereka tidak sekadar menang di garis akhir—mereka memimpin dari jauh dan mempertahankan posisi itu hingga pekan terakhir.

Musim ini menjadi pembuktian bahwa proyek jangka panjang Arsenal bukan sekadar angan-angan. Investasi dalam skuat, stabilitas pelatih, dan pola permainan yang matang akhirnya berbuah trofi yang selama ini dinantikan jutaan pendukung The Gunners di seluruh dunia.

Di balik kegembiraan Arsenal, persaingan tiket kompetisi Eropa juga tuntas dengan drama tersendiri. Empat tim—Arsenal, Manchester City, Manchester United, dan Aston Villa—berhasil mengamankan tempat di Liga Champions musim depan. Bournemouth dan Sunderland akan bermain di Liga Europa, sementara Brighton mendapat jatah Liga Conference.

Yang mengejutkan adalah posisi Chelsea. Tim asal London Barat itu gagal menembus zona Eropa sama sekali, hanya finis di peringkat ke-10 dengan 52 poin—sebuah musim yang jauh dari ekspektasi mengingat besarnya investasi yang telah mereka keluarkan dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, drama sesungguhnya terjadi di ujung bawah klasemen, di mana pertarungan antara hidup dan mati berlangsung hingga detik terakhir. Tottenham Hotspur menjadi tim yang paling bersyukur pada hari itu. Kemenangan tipis 1-0 atas Everton menyelamatkan Spurs dari jurang degradasi, menutup musim di posisi ke-17 dengan 41 poin—cukup untuk bertahan di Premier League musim depan.

Posisi Tottenham sejak awal musim memang penuh guncangan. Mereka beberapa kali terancam masuk zona merah, berganti pelatih di tengah jalan, dan kehilangan konsistensi permainan. Namun di saat paling kritis, mereka berhasil meraih hasil yang dibutuhkan.

Berbeda halnya dengan West Ham United. The Hammers menang besar 3-0 atas Leeds United di laga pamungkas, namun kemenangan itu tak mengubah nasib mereka. West Ham tetap terdegradasi ke Divisi Championship setelah finis di posisi ke-18 dengan 39 poin—hanya terpaut dua poin dari Tottenham yang selamat.

Kemenangan atas Leeds terasa pahit. Gol-gol yang dicetak pemain West Ham tak lebih dari hiasan statistik musim yang gagal. Hasil dari stadion lain sudah lebih dulu memastikan nasib buruk The Hammers bahkan sebelum peluit panjang di London Stadium berbunyi.

West Ham menjadi tim ketiga yang turun kasta musim ini, menyusul Burnley dan Wolves yang lebih awal dipastikan terdegradasi. Ketiganya kini harus memulai perjalanan baru di divisi yang lebih rendah, menanggung beban berat kepercayaan suporter yang kini harus dibangun ulang dari awal.

Bagi West Ham, ini bukan sekadar kekalahan musim—ini adalah momen kepedihan yang akan lama dikenang. Klub yang pernah menjadi bagian penting dari peta persepakbolaan Inggris kini harus rela berpisah sementara dari panggung utama.

Musim 2025/2026 Liga Inggris menutup babak dengan kisah yang lengkap: ada kegembiraan di puncak, ketegangan di zona merah, dan air mata di papan bawah. Arsenal mengangkat trofi, West Ham mengemas barang. Itulah sepak bola—kejam dan indah dalam waktu yang bersamaan.

FAQ

Berapa poin yang dikumpulkan Arsenal saat menjuarai Liga Inggris 2025/2026? Arsenal mengumpulkan 85 poin dari 38 pertandingan, unggul tujuh poin dari Manchester City di posisi kedua dengan 78 poin.

Tim mana saja yang terdegradasi dari Liga Inggris musim 2025/2026? Tiga tim yang terdegradasi adalah West Ham United, Burnley, dan Wolverhampton Wanderers (Wolves). West Ham menjadi yang terakhir dikonfirmasi turun ke Divisi Championship.

Apakah Chelsea lolos ke kompetisi Eropa musim depan? Tidak. Chelsea hanya finis di peringkat ke-10 dengan 52 poin dan gagal menembus zona kompetisi Eropa mana pun untuk musim berikutnya.



Follow Widget