Gol pembuka Inggris lahir dari serangan balik yang tajam dan terorganisir. Gelombang serangan pertama memang berhasil dipatahkan lini pertahanan Argentina, namun bola kedua masih dikuasai oleh Inggris. Morgan Rogers menjadi kreator dengan melepas umpan ke tiang jauh. Anthony Gordon berada di posisi sempurna, menyambut bola dan menjebol gawang Argentina di menit ke-55.
Keunggulan 1-0 itu membuat Argentina harus bangkit dan mengubah strategi. Tak butuh waktu lama bagi tim asuhan itu untuk bereaksi. Sejak awal babak kedua, tekanan Argentina terasa semakin intens.
Julian Alvarez menjadi ancaman pertama. Penyerang bertubuh mungil itu berhasil menembus kotak penalti dan melepaskan tembakan keras, namun Jordan Pickford tampil gemilang dan berhasil menghalau bola.
Pelatih Argentina kemudian melakukan gebrakan taktis di menit ke-64 dengan memasukkan Nico Gonzalez menggantikan Leandro Paredes. Perubahan itu memberi dampak nyata. Empat menit berselang, Gonzalez sudah hampir menyamakan kedudukan lewat sundulan di muka gawang. Pickford kembali tampil luar biasa dan menyelamatkan gawang Inggris untuk kedua kalinya.
Inggris merespons tekanan Argentina dengan langkah defensif. Di menit ke-72, Ezri Konsa dimasukkan menggantikan Gordon, sinyal jelas bahwa Inggris lebih memilih mengunci keunggulan ketimbang mencari gol tambahan.


Tinggalkan Balasan